
Sebanyak 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) disiapkan untuk ikut membina siswa Sekolah Rakyat di bawah Kementerian Sosial. Keterlibatan para taruna ini bukan untuk mengubah proses belajar formal di kelas, melainkan memperkuat pembentukan karakter, terutama kedisiplinan dan kerapian siswa di lingkungan asrama. Rencana tersebut masih dimatangkan bersama Mabes TNI dan Kemensos sebelum dijalankan.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan, skema yang sedang disusun mengarah pada penempatan lima taruna di setiap Sekolah Rakyat. Mereka akan mendampingi siswa sekaligus guru dalam urusan kedisiplinan sehari-hari, mulai dari kerapian pakaian hingga kebiasaan menjaga kamar dan lingkungan tempat tinggal. Pemerintah menilai pendekatan ini penting agar pembinaan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pelajaran, tetapi juga pada pembentukan sikap hidup yang tertib.
Agus juga menegaskan bahwa pelibatan unsur TNI dan Polri bukan gagasan yang muncul mendadak. Menurut dia, sejak awal Kemensos sudah meminta agar aparat pertahanan dan keamanan ikut terlibat dalam proses pembinaan. Karena itu, kerja sama ini disebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut. Dalam konteks itu, kehadiran taruna Akmil dipandang sebagai bagian dari dukungan negara untuk memperkuat disiplin anak-anak dari keluarga miskin yang menjadi sasaran Sekolah Rakyat.
Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R. Sidiharta Wisnu Graha mengatakan pihaknya menyiapkan taruna tingkat 1 dan tingkat 2 untuk menjalankan pembinaan di 178 titik Sekolah Rakyat. Jumlah yang disiapkan mencapai 1.000 orang, termasuk pengasuh taruna. Program ini masih menunggu skema teknis final antara Mabes TNI dan Kemensos, namun rencananya mulai dijalankan pada awal Agustus 2026 selama sekitar satu pekan.
Wisnu menyebut materi yang akan diberikan bersifat praktis dan dekat dengan keseharian siswa asrama. Isinya antara lain cara menyetrika seragam, merapikan seprei, menata lemari pakaian, hingga menyemir sepatu. Pemerintah berharap latihan sederhana semacam itu bisa menanamkan kebiasaan disiplin sejak dini, sehingga Sekolah Rakyat tidak hanya mencetak siswa yang belajar lebih teratur, tetapi juga membentuk pribadi yang siap hidup mandiri dan tertib dalam lingkungan sosial yang lebih luas.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis digital yang berfokus pada teknologi dan tren online. Ia berkontribusi di Kabarteknologi dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.




