IHSG Sesi I Terkoreksi 0,15 Persen ke Level 7.095, Pasar Menunggu FOMC dan Data PDB AS

Bursa saham Indonesia membuka pekan ini dengan pergerakan yang masih tertekan meski tidak sedrastis pekan lalu. IHSG ditutup melemah tipis 10,93 poin atau 0,15 persen ke level 7.095,58 pada akhir perdagangan sesi pertama Selasa, 28 April 2026. Koreksi tipis ini terjadi di tengah dua sentimen yang saling bertarung di bekal investor.
IHSG ditutup melemah 10,93 poin atau 0,15 persen ke 7.095,58 pada akhir perdagangan sesi I Selasa (28/4/2026).
Di satu sisi, proposal Iran untuk membuka Selat Hormuz memberikan angin segar bagi pasar energi dan harapan normalisasi kondisi geopolitik. Di sisi lain, berita duka dari kecelakaan kereta di Bekasi dan ketidakpastian kebijakan suku bunga Federal Reserve AS membuat investor masih memilih sikap wait and see.
Perhatian pasar global pekan ini tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee AS yang dijadwalkan 29 April 2026. Hasil keputusan Fed akan menjadi penentu arah aliran modal global dalam jangka pendek, termasuk dampaknya terhadap nilai tukar rupiah yang masih bertahan di kisaran Rp 17.200 per dolar AS.
Data PDB kuartal pertama AS dan indeks PCE yang juga dijadwalkan rilis pekan ini turut dinantikan. Angka-angka tersebut akan memberi gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi AS dan memperkuat atau melemahkan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter ke depan.