Daftar 54 Saham RI yang Masih Bertahan di MSCI Usai Rebalancing

Sebanyak 54 saham Indonesia dilaporkan masih bertahan dalam indeks MSCI setelah proses rebalancing terbaru yang diumumkan pekan ini. Keputusan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena MSCI merupakan salah satu acuan utama investor global dalam menentukan alokasi investasi di pasar negara berkembang.
Rebalancing MSCI kali ini berlangsung di tengah tekanan terhadap pasar saham Indonesia akibat kekhawatiran terkait free float, transparansi kepemilikan saham, dan potensi arus keluar modal asing.
Dalam pengumuman terbaru, MSCI menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, termasuk saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Amman Mineral Internasional, PT Chandra Asri Pacific, PT Barito Renewables Energy, PT Dian Swastatika Sentosa, PT Petrindo Jaya Kreasi, dan PT Sumber Alfaria Trijaya yang dipindahkan ke indeks small cap.
Meski demikian, puluhan saham lainnya masih mampu mempertahankan posisinya di indeks MSCI Indonesia. Saham-saham perbankan besar dan emiten blue chip tetap menjadi tulang punggung indeks di tengah volatilitas pasar yang meningkat.
Berikut sejumlah saham besar Indonesia yang masih bertahan di MSCI usai rebalancing:
- Bank Central Asia
- Bank Rakyat Indonesia
- Bank Mandiri
- Telkom Indonesia
- Astra International
- Indofood CBP Sukses Makmur
- United Tractors
- Merdeka Copper Gold
- Kalbe Farma
- Indocement Tunggal Prakarsa
MSCI sebelumnya menyatakan masih mengevaluasi reformasi pasar modal Indonesia yang dilakukan regulator, termasuk peningkatan transparansi pemegang saham dan rencana kenaikan batas minimal free float menjadi 15 persen.
Pelaku pasar menilai keputusan MSCI tetap akan memengaruhi sentimen investor dalam jangka pendek, terutama terhadap saham-saham yang terkena penghapusan indeks. Rebalancing ini juga diperkirakan memicu penyesuaian portofolio oleh dana investasi global menjelang implementasi efektif pada akhir Mei 2026.
