Laporan Rosan: Investasi Indonesia Fokus Hilirisasi 

rosan
rosan
Ilustrasi. Foto: Rosan Lapor DPR Investasi di RI Tidak Lagi Eksploitasi Bahan Mentah

JAKARTA, KABAR JEMBER – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan laporan penting dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Selasa (1/9/2026) sore. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pola investasi asing dan domestik di Indonesia telah mengalami pergeseran mendasar, di mana era eksploitasi bahan mentah secara langsung kini resmi ditinggalkan dan digantikan oleh pengolahan berbasis hilirisasi industri.

Kebijakan strategis ini berhasil mendongkrak nilai tambah devisa negara secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Transformasi Paradigma Investasi dan Penguatan Smelter Domestik

Di hadapan para legislator di Senayan, Rosan menjelaskan bahwa komitmen pemerintah untuk menyetop ekspor bijih mineral mentah tanpa pengolahan terbukti membuahkan hasil nyata. Para investor global kini diwajibkan untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di dalam negeri jika ingin menggarap kekayaan alam Indonesia, mulai dari nikel, tembaga, bauksit, hingga komoditas perkebunan dan kelautan.

Transformasi ini tidak hanya mendongkrak penerimaan negara dari sektor pajak dan royalti, tetapi juga membuka rantai pasok industri manufaktur turunan yang lebih luas di dalam negeri, seperti industri baterai kendaraan listrik dan komponen elektronik.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga kepastian hukum dan kemudahan perizinan bagi investor yang mematuhi aturan hilirisasi nasional.

“Kami melaporkan kepada DPR bahwa arah investasi di Indonesia saat ini sudah bergeser total, tidak lagi mengeksploitasi bahan mentah melainkan mengutamakan nilai tambah hilirisasi,” ujar Rosan Roeslani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Apresiasi Parlemen dan Tantangan Transisi Energi Global

Pemaparan Menteri Investasi tersebut mendapatkan sambutan positif sekaligus catatan konstruktif dari para anggota Badan Anggaran dan Komisi terkait di DPR RI. Parlemen mendukung penuh keberlanjutan kebijakan hilirisasi, namun mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan di sekitar kawasan industri pengolahan.

Transfer pengetahuan dan peningkatan skill bagi tenaga kerja lokal juga menjadi poin krusial agar pekerja Indonesia mampu menguasai teknologi industri modern secara mandiri.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, arus masuk investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) ke sektor manufaktur Indonesia terbukti tetap resilien.

Kombinasi antara kekayaan sumber daya alam dan kebijakan hilirisasi yang konsisten menempatkan posisi tawar Indonesia semakin kuat di kancah internasional.

Penutup

Laporan Rosan Roeslani kepada DPR mengenai pergeseran investasi Indonesia dari ekspor bahan mentah ke hilirisasi pada 1 September 2026 menandai tonggak sejarah baru kemandirian ekonomi nasional. Dengan strategi industrialisasi yang tepat, Indonesia optimis melangkah menjadi pemain utama rantai pasok global yang berdaulat.