
Perum Bulog mulai memperkenalkan wajah baru produk beras komersialnya melalui merek Beraskita yang hadir dengan kemasan berwarna biru. Peluncuran identitas baru tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat distribusi beras di pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Bulog di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap beras berkualitas.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan Beraskita merupakan transformasi dari produk beras komersial yang akan dipasarkan secara lebih luas. Selain menghadirkan desain kemasan baru, Bulog juga berupaya membangun citra produk yang lebih mudah dikenali konsumen. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Bulog, tidak hanya sebagai pengelola cadangan pangan pemerintah, tetapi juga sebagai penyedia beras berkualitas di pasar ritel.
Kemasan baru Beraskita didominasi warna biru dengan identitas merek yang lebih menonjol dibandingkan desain sebelumnya. Perubahan tersebut merupakan bagian dari pembaruan strategi pemasaran perusahaan seiring meningkatnya persaingan di industri pangan nasional. Melalui identitas visual yang lebih modern, Bulog berharap produk ini dapat lebih mudah dikenali sekaligus memperluas jangkauan konsumen di berbagai daerah.
Peluncuran Beraskita juga dilakukan ketika stok beras nasional yang dikelola Bulog berada pada level tinggi. Hingga awal Juli 2026, cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog telah melampaui 5 juta ton, memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk menjalankan penugasan pemerintah sekaligus mengembangkan penjualan komersial. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.
Selain memenuhi kebutuhan pasar, Bulog tetap menjalankan berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kehadiran Beraskita diharapkan dapat melengkapi portofolio produk perusahaan sehingga mampu menjangkau lebih banyak segmen konsumen tanpa mengurangi fokus utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Perseroan juga terus memperkuat jaringan distribusi dan pengelolaan stok agar pasokan beras tetap terjaga di tengah dinamika produksi maupun permintaan. Dengan identitas baru tersebut, Bulog optimistis Beraskita mampu menjadi salah satu merek beras yang semakin dikenal masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional melalui distribusi beras yang lebih luas dan efisien.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis digital yang berfokus pada teknologi dan tren online. Ia berkontribusi di Kabarteknologi dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.




