IHSG Diproyeksikan Masih Tertekan, Cermati Saham AADI, DSSA, ELSA, dan RAJA

IHSG Diproyeksikan Masih Tertekan, Cermati Saham AADI, DSSA, ELSA, dan RAJA
IHSG Diproyeksikan Masih Tertekan, Cermati Saham AADI, DSSA, ELSA, dan RAJA
Ilustrasi. Foto: IHSG Diproyeksikan Masih Tertekan, Cermati Saham AADI, DSSA, ELSA, dan RAJA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan belum keluar dari tekanan pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026. Sejumlah analis menilai pelemahan masih berpotensi berlanjut setelah indeks mengalami koreksi tajam pada sesi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat investor disarankan lebih selektif dalam menentukan saham yang layak dikoleksi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.

Tekanan terhadap IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknikal, tetapi juga kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Arus keluar dana asing, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kehati-hatian investor menjelang rilis sejumlah data ekonomi global masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar saham Indonesia.

Analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tren penurunan sehingga berpeluang menguji area support di kisaran 5.472. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada area yang lebih tinggi apabila terjadi penguatan teknikal dalam jangka pendek. Meski demikian, potensi rebound dinilai masih terbatas selama tekanan jual dari investor asing belum mereda.

Di tengah kondisi tersebut, terdapat sejumlah saham yang dinilai masih menarik untuk dicermati. MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Elnusa Tbk (ELSA), serta PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Keempat emiten tersebut dipandang memiliki peluang teknikal yang relatif lebih baik dibandingkan mayoritas saham lainnya apabila pasar mulai menunjukkan stabilisasi.

Selain mempertimbangkan analisis teknikal, pelaku pasar juga diminta mencermati perkembangan ekonomi global. Data tenaga kerja Amerika Serikat, inflasi domestik, serta sentimen terhadap pasar negara berkembang diperkirakan akan memengaruhi arah investasi asing dalam beberapa hari ke depan. Di sisi lain, pelemahan rupiah yang masih bertahan di kisaran Rp17.900 per dolar AS turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi risiko investor terhadap aset di Indonesia.

Analis juga mengingatkan bahwa volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi sepanjang awal Juli. Oleh karena itu, strategi akumulasi bertahap dinilai lebih tepat dibandingkan melakukan pembelian agresif. Investor jangka pendek disarankan memperhatikan level support dan resistance sebagai acuan transaksi, sedangkan investor jangka panjang dapat memanfaatkan koreksi harga untuk mulai mengoleksi saham-saham berfundamental baik secara bertahap.

Dengan kondisi pasar yang masih dibayangi berbagai sentimen, disiplin dalam mengelola risiko menjadi faktor penting. Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi global, arus modal asing, serta respons pasar terhadap berbagai kebijakan yang memengaruhi stabilitas sektor keuangan nasional.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis digital yang berfokus pada teknologi dan tren online. Ia berkontribusi di Kabarteknologi dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.