
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan dengan tata kelola yang akuntabel. Pesan tersebut disampaikan Luhut saat bertemu dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Agustina Arumsari dan Trenggono, untuk mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.
Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya memperbaiki sistem pengawasan dan pelaksanaan MBG agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Menurut Luhut, program berskala nasional seperti MBG membutuhkan pengelolaan berbasis data yang akurat sehingga setiap tahapan pelaksanaan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam evaluasi itu, Dewan Ekonomi Nasional juga menyampaikan hasil kajian lapangan yang dilakukan di sekitar 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kajian tersebut menunjukkan bahwa program MBG memiliki dampak ekonomi yang sangat besar, baik dari sisi perputaran belanja pangan maupun penciptaan lapangan kerja.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, nilai transaksi pangan yang tercipta dari program MBG diperkirakan melampaui Rp120 triliun per tahun. Selain itu, program ini dinilai berpotensi menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja di berbagai sektor yang terhubung dengan rantai pasok pangan nasional.
Meski demikian, Luhut mengingatkan bahwa manfaat ekonomi yang besar tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh pelaku usaha di tingkat bawah. Ia menilai masih banyak petani, peternak, nelayan, koperasi, dan pelaku UMKM yang belum terintegrasi secara optimal ke dalam rantai pasok program MBG. Karena itu, evaluasi terus dilakukan agar dampak ekonomi program dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.
Selain aspek ekonomi, perhatian utama pemerintah juga tertuju pada transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program. Luhut menegaskan bahwa pengelolaan yang baik menjadi syarat penting agar program prioritas Presiden Prabowo dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat menjaga kualitas tata kelola sehingga manfaat MBG tidak hanya dirasakan penerima program, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah berharap evaluasi yang dilakukan secara berkala mampu memperkuat pelaksanaan MBG ke depan. Dengan sistem yang semakin baik, program tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi nasional melalui pemberdayaan rantai pasok lokal.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis digital yang berfokus pada teknologi dan tren online. Ia berkontribusi di Kabarteknologi dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.




