Anak Usaha Hutama Karya Raih Rekor MURI

Anak Usaha Hutama Karya Raih Rekor MURI 
Ilustrasi. Foto: Anak Usaha Hutama Karya Raih Rekor MURI Berkat Galeri Budaya di KM 99 Tol Ketupat.

Anak usaha PT Hutama Karya (Persero) berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) berkat inovasi pembangunan galeri budaya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau Rest Area KM 99 Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Ketupat) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Galeri budaya terpadu ini dinobatkan sebagai fasilitas edukasi budaya daerah pertama dan terlengkap yang dihadirkan di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatera.

Langkah terobosan ini memadukan fungsi rest area sebagai tempat singgah kenyamanan pengemudi sekaligus etalase pelestarian warisan seni tradisi dan produk ekonomi kreatif masyarakat lokal Sumatera Utara. Apresiasi dari MURI ini menjadi pengakuan nyata atas komitmen pengelola jalan tol dalam memajukan kearifan lokal serta memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar jalur transportasi strategis.

Inovasi Galeri Budaya Pertama di Rest Area Jalan Tol

Pemberian piagam penghargaan rekor MURI ini didasarkan pada keunikan konsep yang diusung dalam menata Rest Area KM 99 Tol Ketupat. Pengelola menghadirkan ruang pameran interaktif yang menampilkan ragam artefak, ornamen arsitektur tradisional, busana adat, hingga dokumentasi sejarah suku-suku asli di Sumatera Utara, seperti Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, dan Melayu.

Keberadaan galeri ini mengubah paradigma fasilitas peristirahatan jalan tol dari sekadar area singgah pengisian bahan bakar dan toilet menjadi destinasi wisata edukatif. Pengguna jalan tol yang menempuh perjalanan jarak jauh dapat menikmati suasana rekreasi budaya yang menenangkan sebelum melanjutkan perjalanan.

Pihak manajemen pengelola jalan tol merancang interior galeri dengan sentuhan arsitektur modern berpadu motif gorga khas daerah. Pendekatan estetika visual ini berhasil menarik perhatian para pelintas tol untuk singgah dan mengabadikan momen perjalanan mereka.

Pemberdayaan UMKM dan Pelestarian Seni Kriya Tradisional

Selain memamerkan nilai sejarah dan budaya, Galeri Budaya di KM 99 Tol Ketupat didedikasikan sebagai pusat pemasaran produk kerajinan tangan dan suvenir khas daerah. Puluhan perajin lokal, penenun kain ulos tradisional, pembuat ukiran kayu, dan pelaku industri kuliner olahan binaan diberikan ruang usaha yang representatif.

Inisiatif ini membuka akses pasar yang sangat luas bagi para pelaku UMKM lokal untuk menjangkau konsumen antarkota dan wisatawan mancanegara. Penjualan produk kriya secara langsung di rest area terbukti mendongkrak omzet pendapatan kelompok perajin di kawasan sekitar Danau Toba dan Tebing Tinggi.

Pengelola jalan tol juga menyediakan panggung kesenian terbuka yang menampilkan pertunjukan musik instrumen tradisional gondang sabangunan dan tari-tarian daerah pada akhir pekan. Kegiatan seni berkala ini memperkaya pengalaman para pelancong yang singgah.

Dukungan Fasilitas Modern dan Kenyamanan Pengguna Jalan Tol

Rest Area KM 99 Tol Kutepat dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung berstandar tinggi guna memastikan kenyamanan maksimal bagi para pengguna jalan tol. Area ini menyediakan kapasitas parkir kendaraan yang luas, masjid megah berarsitektur ikonik, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), serta fasilitas sanitasi yang bersih dan ramah disabilitas.

Keberadaan ruang laktasi, pos layanan kesehatan darurat, dan area bermain anak turut melengkapi kebutuhan perjalanan keluarga. Ketersediaan fasilitas yang lengkap ini diharapkan mampu menurunkan tingkat kelelahan pengemudi sehingga membantu menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di jalan tol.

Manajemen Hutama Karya memastikan bahwa seluruh standar operasional prosedur kebersihan dan keamanan dijalankan secara ketat selama 24 jam penuh. Petugas keamanan dan kebersihan disiagakan untuk menjaga kenyamanan seluruh pengunjung.

Apresiasi MURI dan Komitmen Penguatan Pariwisata Daerah

Perwakilan MURI menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi pengelola jalan tol yang konsisten mengintegrasikan infrastruktur konektivitas dengan pelestarian budaya bangsa. Konsep galeri budaya di rest area ini dinilai layak menjadi rujukan nasional bagi pengembangan kawasan peristirahatan jalan tol lainnya di Indonesia.

Pencapaian rekor MURI ini memperkuat posisi ruas Tol Kutepat sebagai koridor utama pendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba. Keberadaan jalan tol yang terintegrasi dengan sentra budaya mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata dan memperkuat daya tarik wisata lokal.

Hutama Karya bersama anak usahanya menegaskan komitmen untuk terus melahirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak sosial ekonomi positif. Penguatan identitas kearifan lokal di simpul-simpul transportasi diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap kekayaan budaya nusantara.

Penghargaan MURI yang diraih anak usaha Hutama Karya atas pembangunan Galeri Budaya di Rest Area KM 99 Tol Ketupat menjadi bukti suksesnya integrasi infrastruktur modern dan kearifan lokal. Fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengguna jalan tol, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM serta mempromosikan pariwisata Sumatera Utara secara berkelanjutan.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis digital yang berfokus pada teknologi dan tren online. Ia berkontribusi di Kabarteknologi dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.