Kepemilikan Saham BUMI Berubah, UBS Pangkas Porsi Jadi 4,15 Persen

Kepemilikan Saham BUMI Berubah, UBS Pangkas Porsi Jadi 4,15 Persen
Ilustrasi. Foto: Kepemilikan Saham BUMI Berubah, UBS Pangkas Porsi Jadi 4,15 Persen

Struktur kepemilikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mengalami perubahan hingga akhir semester I-2026. Berdasarkan komposisi pemegang saham per 30 Juni 2026, Mach Energy (Hongkong) Limited tetap menjadi pemegang saham terbesar, sementara kepemilikan UBS Switzerland AG menyusut.

Mach Energy tercatat menguasai 170 miliar saham BUMI atau setara 45,78 persen dari total saham yang beredar. Entitas tersebut menjadi pemegang saham dominan di emiten pertambangan batu bara yang memiliki sejumlah aset utama, termasuk PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia.

Perubahan mencolok terlihat pada UBS Switzerland AG-Client Assets yang tercatat memiliki sekitar 15,41 miliar saham atau 4,15 persen. Porsi tersebut lebih rendah dibandingkan posisi pada Februari 2026, ketika UBS masih menggenggam sekitar 18,94 miliar saham atau setara 5,10 persen. Dengan demikian, kepemilikannya turun di bawah ambang 5 persen.

Pemegang saham besar lainnya adalah Treasure Global Investments Limited dengan 11,80 miliar saham atau 3,18 persen. Sementara itu, Cris Developments Limited tercatat menguasai sekitar 10,11 miliar saham atau 2,72 persen dan GLAS Trust (Singapore) Ltd memegang 7,71 miliar saham atau 2,08 persen. Sisanya, sebesar 42,09 persen, dimiliki pemegang saham lainnya.

Dinamika kepemilikan BUMI telah berlangsung sejak awal 2026. Treasure Global sebelumnya melepas 18,19 miliar saham pada Januari melalui transaksi bernilai sekitar Rp6,91 triliun. Aksi tersebut menurunkan kepemilikannya dari 8,08 persen menjadi 3,18 persen.

Chengdong Investment Corporation juga sempat melakukan divestasi bertahap. Setelah serangkaian penjualan, kepemilikannya turun menjadi 4,99 persen pada Januari dan kemudian tidak lagi tercantum dalam daftar pemegang saham di atas 1 persen pada akhir Februari.

Perubahan komposisi investor jumbo menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi persepsi terhadap likuiditas dan arah kepemilikan BUMI. Namun, struktur terbaru menunjukkan Mach Energy masih mempertahankan posisi dominan dengan kepemilikan hampir separuh saham perseroan.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis digital yang berfokus pada teknologi dan tren online. Ia berkontribusi di Kabarteknologi dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.