Gubernur Banten Sebut Gunungan Sampah TPA Jatiwaringin Setara Gedung Tujuh Lantai

Gubernur Banten Sebut Gunungan Sampah TPA Jatiwaringin Setara Gedung Tujuh Lantai
Ilustrasi. Foto: Gubernur Banten Sebut Gunungan Sampah TPA Jatiwaringin Setara Gedung Tujuh Lantai

Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang telah memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Menurutnya, tinggi timbunan sampah di lokasi tersebut kini mencapai kisaran setara gedung tujuh lantai, sehingga menjadi tantangan besar dalam upaya penanganan kebakaran yang masih berlangsung.

Pernyataan itu disampaikan saat meninjau langsung lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin yang sejak beberapa hari terakhir terus mengeluarkan asap akibat api yang masih menyala di sejumlah titik. Andra menjelaskan besarnya volume sampah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan seperti kebakaran biasa. Titik api berada hingga ke bagian dalam timbunan sampah sehingga membutuhkan penanganan khusus dan waktu yang lebih lama.

Menurut Andra, kondisi tersebut menunjukkan persoalan pengelolaan sampah di wilayah Tangerang Raya sudah tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan menambah kapasitas tempat pembuangan. Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota tengah menyiapkan langkah jangka panjang, termasuk percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern agar ketergantungan terhadap sistem penimbunan dapat dikurangi.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin sendiri telah mendorong pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat pengerahan personel, alat berat, armada pemadam, hingga dukungan lintas instansi dalam mengendalikan api serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekitar. Asap tebal dari lokasi kebakaran dilaporkan memengaruhi kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi warga di sekitar kawasan tersebut.

Selain melakukan pemadaman, pemerintah juga menyiapkan langkah penanganan pascakebakaran. Evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah akan dilakukan agar kejadian serupa tidak berulang. Salah satu fokus pembenahan adalah mengurangi praktik open dumping melalui penerapan teknologi pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Gubernur menilai peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah memerlukan solusi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Selain peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, dan pengolahan limbah dinilai harus berjalan bersamaan agar beban TPA tidak terus meningkat. Dengan langkah tersebut, risiko kebakaran maupun dampak lingkungan akibat penumpukan sampah diharapkan dapat ditekan pada masa mendatang.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis digital yang berfokus pada teknologi dan tren online. Ia berkontribusi di Kabarteknologi dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.