Singapura Waspadai Kabut Asap dari Indonesia, Risiko Meningkat Tahun Ini

Singapura Waspadai Kabut Asap dari Indonesia, Risiko Meningkat Tahun Ini
Ilustrasi. Foto: Singapura Waspadai Kabut Asap dari Indonesia, Risiko Meningkat Tahun Ini

Singapura mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap lintas batas yang diperkirakan kembali mengancam kawasan Asia Tenggara pada tahun ini. Kekhawatiran tersebut muncul setelah lembaga kajian di Singapura memperingatkan bahwa kombinasi cuaca kering dan kebakaran hutan maupun lahan di Indonesia dapat meningkatkan risiko pencemaran udara lintas negara.

Dalam laporan Haze Outlook 2026, Singapore Institute of International Affairs (SIIA) menyebut peluang terjadinya kabut asap lintas batas meningkat seiring potensi musim kemarau yang lebih kering akibat pengaruh iklim. Asap dari kebakaran lahan di sebagian wilayah Indonesia berpotensi terbawa angin menuju Singapura, Malaysia, dan Brunei apabila kebakaran meluas pada puncak musim kemarau.

Meski demikian, laporan tersebut juga mencatat adanya kemajuan dalam pengelolaan kebakaran hutan dibanding beberapa tahun lalu. Pemerintah Indonesia dinilai terus memperkuat pengawasan terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar, meningkatkan patroli, serta memperluas sistem pemantauan titik panas (hotspot). Upaya tersebut disebut berhasil menekan kejadian kabut asap besar dalam beberapa tahun terakhir.

SIIA tetap mengingatkan bahwa risiko belum sepenuhnya hilang. Perubahan pola cuaca, meningkatnya suhu, serta aktivitas pembukaan lahan masih dapat memicu kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini. Karena itu, kerja sama lintas negara di kawasan ASEAN dinilai menjadi faktor penting dalam pencegahan kabut asap lintas batas.

Pemerintah Singapura terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca di kawasan. Otoritas setempat juga menyiapkan langkah mitigasi apabila indeks pencemaran udara meningkat akibat kiriman asap dari luar negeri. Di sisi lain, Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, serta pelaku usaha.

Pengalaman menghadapi kabut asap pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi negara-negara di kawasan. Dengan sistem pemantauan yang semakin baik dan koordinasi regional yang lebih kuat, diharapkan potensi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, transportasi, dan aktivitas ekonomi dapat diminimalkan apabila musim kemarau tahun ini berlangsung lebih ekstrem.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis digital yang berfokus pada teknologi dan tren online. Ia berkontribusi di Kabarteknologi dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.