
Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur dan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata kembali memengaruhi aktivitas masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Dampak paling signifikan terlihat pada sektor transportasi udara setelah dua bandara di Pulau Flores menghentikan sementara operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik yang dinilai berisiko bagi keselamatan penerbangan.
Penutupan bandara dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan abu vulkanik berada di jalur penerbangan yang melintasi wilayah Flores dan sekitarnya. Otoritas penerbangan bersama pengelola bandara memutuskan menghentikan aktivitas lepas landas dan pendaratan hingga kondisi dinilai aman. Langkah tersebut diambil sebagai tindakan preventif untuk menghindari potensi gangguan pada mesin pesawat maupun sistem navigasi udara.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dalam beberapa hari terakhir menghasilkan kolom abu yang mencapai ribuan meter di atas puncak. Pada saat yang sama, aktivitas Gunung Ile Lewotolok juga masih menunjukkan peningkatan dengan lontaran material vulkanik yang terpantau dari pos pengamatan. Kombinasi aktivitas dua gunung api tersebut menyebabkan sebaran abu meluas mengikuti arah angin.
Akibat penutupan bandara, sejumlah penerbangan dari dan menuju Flores terpaksa dibatalkan atau dijadwal ulang. Maskapai penerbangan mulai memberikan informasi kepada calon penumpang terkait perubahan jadwal serta opsi pengembalian dana maupun penjadwalan ulang perjalanan.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik. Warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana diimbau mematuhi rekomendasi dari petugas, termasuk menghindari area yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.
Selain sektor penerbangan, aktivitas ekonomi masyarakat juga berpotensi terdampak apabila erupsi berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Distribusi barang, sektor pariwisata, hingga mobilitas penduduk menjadi aspek yang terus dipantau oleh pemerintah daerah.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan pemantauan dilakukan selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas gunung api. Evaluasi terhadap operasional bandara akan dilakukan secara berkala berdasarkan kondisi sebaran abu vulkanik dan hasil pengamatan lapangan.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis digital yang berfokus pada teknologi dan tren online. Ia berkontribusi di Kabarteknologi dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.




