
Persidangan dan penyelidikan terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha kembali menghadirkan fakta baru. Sejumlah saksi menyebut mulut anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona tercium berbau alkohol ketika terjadi adu mulut dengan korban. Keterangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari informasi yang dihimpun keluarga dan penyidik.
Paman sekaligus juru bicara keluarga korban, Fabianus Banase, mengatakan sedikitnya 23 saksi memberikan keterangan yang mengarah pada dugaan tersebut. Menurutnya, para saksi yang berada di lokasi kejadian menyebut aroma alkohol tercium saat beberapa anggota DPRD berbicara dengan dr. Icha dan tenaga medis lainnya. Keterangan para saksi itu disebut akan menjadi bagian dari laporan apabila proses hukum berlanjut.
Insiden bermula ketika sejumlah anggota DPRD mendatangi IGD RS Leona untuk mempertanyakan penanganan seorang pasien anak korban gigitan ular. Keluarga korban menilai situasi kemudian berubah menjadi intimidatif hingga membuat dr. Icha mengalami tekanan psikologis. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian. Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai keterkaitan langsung antara dugaan intimidasi dan meninggalnya korban.
Polres Timor Tengah Utara masih memeriksa para saksi serta mengumpulkan alat bukti guna memastikan kronologi lengkap kejadian. Polisi menegaskan seluruh keterangan, termasuk dugaan bahwa anggota DPRD berada di bawah pengaruh alkohol, masih harus diverifikasi melalui proses penyidikan. Aparat belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab karena penyelidikan masih berlangsung.
Kasus meninggalnya dr. Icha mendapat perhatian luas dari masyarakat dan organisasi profesi kesehatan. Berbagai pihak meminta proses hukum dilakukan secara transparan agar seluruh fakta dapat terungkap. Polisi memastikan penyelidikan akan dilakukan secara objektif dengan memeriksa seluruh saksi serta bukti yang tersedia sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis digital yang berfokus pada teknologi dan tren online. Ia berkontribusi di Kabarteknologi dengan menghadirkan konten yang informatif, terstruktur dengan baik, dan mudah dipahami oleh pembaca.




