Banjir yang merendam puluhan titik di Surabaya saat musim kemarau memunculkan pertanyaan publik mengenai penyebab terjadinya genangan di tengah periode yang identik dengan cuaca kering. Pemerintah Kota Surabaya mengungkap bahwa kombinasi hujan ekstrem akibat fenomena kemarau basah dan pengerjaan proyek drainase menjadi faktor utama yang memicu banjir dalam dua hari terakhir.
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Pahlawan selama dua hari berturut-turut dan menyebabkan sejumlah kawasan di wilayah timur, selatan, hingga barat Surabaya terendam. Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai puluhan sentimeter dan mengganggu aktivitas masyarakat serta lalu lintas kendaraan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas kondisi tersebut dan memastikan seluruh jajaran pemerintah kota dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Menurut penjelasan pemerintah daerah, curah hujan tinggi yang terjadi bukan fenomena biasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan adanya siklus kemarau basah yang memungkinkan hujan deras tetap terjadi meski sebagian wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau. Kondisi atmosfer yang lembap dan tidak stabil turut memicu pembentukan awan hujan dalam jumlah besar di kawasan Surabaya dan sekitarnya.
Selain faktor cuaca, proyek pembangunan gorong-gorong dan saluran drainase yang masih berlangsung di sejumlah titik juga disebut berkontribusi terhadap terjadinya genangan. Selama proses konstruksi, beberapa saluran air ditutup sementara sehingga kapasitas pembuangan air hujan menjadi berkurang ketika hujan deras turun secara bersamaan. Akibatnya, aliran air tidak dapat mengalir dengan optimal menuju saluran utama maupun laut.
Analisis BPBD dan BMKG juga menunjukkan adanya kombinasi faktor lain berupa hambatan aliran air menuju laut saat pasang serta kemungkinan kiriman debit air dari wilayah hulu. Kondisi tersebut memperlambat proses pembuangan air sehingga memperbesar potensi banjir di sejumlah kawasan perkotaan.
Pemerintah Kota Surabaya saat ini terus melakukan penyedotan air dan pemantauan di titik-titik rawan genangan. Sementara itu, warga diimbau tetap waspada karena cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan meski musim kemarau telah berlangsung. Dengan percepatan proyek drainase dan peningkatan kesiapsiagaan, pemerintah berharap risiko banjir dapat diminimalkan apabila hujan kembali mengguyur wilayah Surabaya.
Anup adalah penulis konten digital yang berfokus pada teknologi dan inovasi. Di Kabarteknologi, ia membahas perkembangan terbaru seputar gadget, software, dan tren online dengan tujuan memberikan informasi yang jelas dan praktis kepada pembaca.


